Nama Rosalinda dwi rahma putri kelas: xi-mipa 5/31TEKS EKSPLANASIWAYANG kulitSeni pertunjukkan tradisional wayang kulit identik dengan budaya jawa. wayang kulit memang berkembang luas di wilayah jawa, tepatnya di jawa tengah dan jawa timur. kata wayang sendiri diketahui berasal dai ''Ma Hyang'' yang berarti roh spiritual, para dewa, atau sang kuasa. kendati begitu, ada pula yang mengatakan
Wayangkulit teks laporan hasil observasi oleh yuliantoedi. Ada juga tentang sendratari ramayana dan kethoprak. 7 contoh teks eksposisi pengertian ciri ciri kaidah penulisan struktur from obatrindu.com. Wayang kulit dilihat dari umur dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Gambar ini tersedia dalam format jpg / png / gif.
ViewContoh Teks Eksplanasi Budaya Jawa ASDAAAAAAAA ADDDDDDD at SMK Negeri 2 Pekalongan. Contoh Teks Eksplanasi Budaya Jawa Wayang su arakota.or.id Pernyataan Umum Wayang merupakan
TeksEksplanasi oleh Afanin F Teks Eksplanasi Wayang Kulit Pernyataan Umum: Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata 'Ma Hyang' yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa.
ContohTeks Eksplanasi Budaya Jawa Wayang Umum Wayang merupakan seni pertunjukan asli Indonesia yang berkembang secara pesat di Pulau Jawa dan Bali. Selain dua daerah tersebut, wayang juga populer di Sumatera dan Semenanjung Malaya, dimana budaya wayang di daerah ini dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.
Gamelanbiasanya digunakan untuk mengiringi kesenian seperti wayang kulit dan pertunjukan tari. Hingga saat ini, gamelan bisa dibiarkan saja sebagai alat musik pertunjukan yang banyak diminati. Itu dia kumpulan contoh teks eksplanasi budaya singkat dan jelas beserta strukturnya lengkap. Kategori Bahasa Indonesia, Kelas 11 SMA, Kelas 8 SMP
ContohTeks Deskripsi 2 Wayang Suket (Identifikasi) Wayang suket adalah jenis perkembangan terbaru dunia pewayangan. Tidak seperti kreasi wayang yang lain yang dibuat dari bambu, wayang suket terbuat dari rumput seperti namanya yang dibentuk menyerupai wayang kulit.
ContohTeks Eksplanasi Jawa Wayang 1. Pernyataan Umum Wayang merupakan seni pertunjukan khas Indonesia yang berkembang pesat di daerah Bali dan Jawa. Selain terkenal di Bali dan Jawa, wayang juga terkenal di Semenanjung Malaya dan Sumatera. Dimana, pada daerah tersebut wayang dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dan Jawa. 2. Urutan Sebab-Akibat
xkyon0. Contoh Teks Eksplanasi tentang Budaya Wayang, Tari, Lagu Daerah — Ada ulasan menarik mengenai contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah beserta strukturnya di artikel terbaru Mamikos. Mari simak bersama! Wayang, tari, serta lagu daerah adalah contoh dari kekayaan budaya yang bernilai adiluhung. Namun, pernahkah kamu berpikir bagaimana proses suatu karya seni dapat bertransformasi menjadi fenomena budaya di tengah masyarakat? Jika kamu memiliki ketertarikan terhadap dunia seni, budaya, dan sejarah, mungkin kamu akan mencari tahu jawabannya. Lantas, bagaimana cara mengetahuinya? Rangkaian Contoh Teks Eksplanasi Budaya Wayang, Tari dan Lagu DaerahDaftar IsiRangkaian Contoh Teks Eksplanasi Budaya Wayang, Tari dan Lagu DaerahMembedakan Teks Eksplanasi dan Teks LainnyaCara Menyusun Teks Eksplanasi dengan BaikContoh Teks Eksplanasi Budaya Wayang, Tari, Lagu Daerah dan Pembahasan StrukturTips Menulis Contoh Teks Eksplanasi Mengenai Budaya Daftar Isi Rangkaian Contoh Teks Eksplanasi Budaya Wayang, Tari dan Lagu Daerah Membedakan Teks Eksplanasi dan Teks Lainnya Cara Menyusun Teks Eksplanasi dengan Baik Contoh Teks Eksplanasi Budaya Wayang, Tari, Lagu Daerah dan Pembahasan Struktur Tips Menulis Contoh Teks Eksplanasi Mengenai Budaya Salah satu caranya adalah kamu dapat membaca teks eksplanasi terkait tema tersebut. Kamu juga dapat memberikan penjelasan informasi akan suatu kejadian dengan membuat teks eksplanasi. Membedakan Teks Eksplanasi dan Teks Lainnya Sebelum memberikan contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah, kamu harus memahami bahwa jenis naskah ini berbeda dari naskan lainnya. Secara bahasa, eksplanasi merupakan serapan dari bahasa Inggris “explanation” yang berarti penjelasan. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa teks ini merupakan teks yang berisi penjelasan tentang proses terjadinya suatu fenomena atau kejadian. Fenomena yang terjadi di sekitar kita selalu memiliki proses serta hubungan sebab akibat. Proses dan hubungan sebab akibat pada suatu fenomena dijelaskan melalui sebuah teks yang dinamakan teks eksplanasi. Penjelasan yang dimuat dalam naskah tersebut harus berkaitan dengan kelimuan berdasarkan sudut pandang ilmu pengetahuan. Lantas, bagaimana cara mengetahui sebuah naskah adalah teks eksplanasi atau bukan? Contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah memiliki kriteria yang membedakannya dari jenis teks lainnya, yaitu Memuat informasi yang berdasarkan fakta Membahas fenomena yang sifatnya keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan Menggunakan konjungsi hubungan sebab akibat Menggunakan penanda urutan untuk menjelaskan kronologi Pembahasannya fokus pada hal umum Bersifat informatif, tidak berusaha mengajak atau mempengaruhi pembaca untuk menerima gagasannya Cara Menyusun Teks Eksplanasi dengan Baik Secara umum cara penulisan contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah tidak jauh berbeda dari penulisan jenis teks lainnya. Agar hasilnya baik dan benar, kamu harus memahami struktur penulisannya. Kamu juga perlu membaca, mempelajari, serta memahami hasil penelitian maupun fakta-fakta pendukung lain seputar fenomena yang diangkat. Sehingga nantinya dapat memberikan penjelasan dengan benar dan mudah dipahami. Cara menyusun naskah ini adalah 1. Menentukan Kejadian Langkah pertama, kamu perlu menentukan kejadian apa yang akan dibahas dalam teks eksplanasi. Apakah akan menjelaskan fenomena sosial, budaya, alam, atau fenomena ilmu pengetahuan. 2. Mengumpulkan Informasi Contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah berisi penjelasan-penjelasan berdasarkan sudut pandang serta fakta ilmiah. Maka dari itu, setelah mengetahui fenomena apa yang akan ditulis, langkah berikutnya adalah mengumpulkan informasi. Kumpulkan informasi secara lengkap yang mendukung penjelasan fenomena tersebut. Kamu juga perlu berhati-hati dalam mencari informasi, pilih sumber yang valid sebagai rujukan. Pastikan agar penjelasan tetap fokus pada tema. 3. Menyusun Kerangka Setelah memiliki informasi yang dibutuhkan, selanjutnya yaitu menyusun kerangka tulisan. Saat membuat kerangka, kamu perlu mencatat poin-poin apa saja yang nantinya akan dibahas dalam tulisan. Contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah yang kembangkan melalui sebuah kerangka tulisan akan memudahkan kamu dalam menulisnya. Kerangka juga dapat menjadi pengendali agar tulisan nantinya tetap fokus pada topik. 4. Mengembangkan Kerangka Langkah berikutnya yaitu mengembangkan kerangka menjadi teks utuh. Pengembangan kerangka dilakukan dengan menambahkan penjelasan yang lebih rinci terkait proses dan urutan sebab akibat. Kamu dapat mengembangkan kerangka yang disusun sebelumnya dengan menambahkan informasi yang telah dikumpulkan. Dalam mengembangkan kerangka, perhatikan unsur-unsur penulisan kalimat maupun paragraf agar nantinya bacaan mudah dimengerti. Diantara unsur-unsur penting tersebut misalnya efektivitas kalimat, kohesi keterkaitan antara satu bagian dan bagian lainnya, koherensi kesatuan makna, pemilihan diksi, dan lain-lain. 5. Penyuntingan Sebelum menjadi naskah seperti contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah yang baik dan utuh, kamu perlu melakukan penyuntingan. Penyuntingan atau pengeditan dilakukan untuk memperbaiki kesalahan penulisan, tata bahasa, atau lainnya. Hal-hal yang perlu disunting antara lain kesalahan penulisan meliputi ejaan dan tanda baca, pemilihan diksi, penggunaan tata bahasa, hingga unsur semantiknya. Lakukan revisi jika diperlukan untuk memperbaiki kesalahan. Sebelum menyunting, kamu perlu membaca ulang naskah yang telah ditulis. Kemudian perhatikan apakah ada bagian yang harus diperbaiki. Baca berulang-ulang supaya hasil tulisan maksimal. Contoh Teks Eksplanasi Budaya Wayang, Tari, Lagu Daerah dan Pembahasan Struktur Sebelum membuat teks eksplanasi, tidak ada salahnya mempelajari beberapa contohnya terlebih dahulu. Mamikos akan memberikan contoh-contoh teks tersebut dengan tema fenomena budaya wayang, tari tradisional, serta lagu daerah di bawah ini. 1. Contoh Teks Eksplanasi Wayang Berikut ini adalah contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah dengan tema fenomena budaya wayang. Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional khas asal Indonesia. Pertunjukan wayang sendiri mengalami perkembangan pesat di wilayah Jawa dan Bali. Di samping itu, seni pertunjukan wayang juga terdapat di Sumatera dan Semenanjung Malaya. Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan budaya dunia untuk kategori seni bertutut sebagai maha karya yang bernilai adiluhung. Pertunjukan wayang diketahui bermula dari penemuan Prasasti Balitung yang berangka 907 M. Dalam prasasti tersebut, terdapat cerita si Galigi sedang mewayang. Ketika agama Hindu masuk ke wilayah Nusantara, para pemuka agama Hindu menjadikan wayang sebagai media penyebaran agama. Karena seni pertujukan wayang cukup efektif untuk menyebarkan ajaran-ajaran Hindu kepada masyarakat setempat. Inilah mengapa dulunya pertunjukan wayang mengangkat kisah-kisah Ramayana dan Mahabharata. Saat Islam masuk ke Indonesia, mulailah muncul wayang-wayang yang terbuat dari kulit sapi. Pada saat pertunjukan berlangsung, wayang ditampilkan hanya melalui bayangannya. Saat ini, wayang yang terbuat dari kulit sapi tersebut dikenal dengan nama wayang kulit. Tokoh pemuka Islam masa kerajaan seperti Sunan Kalijaga juga menggunakan wayang sebagai media untuk memperkenalkan ajaran-ajaran Islam. Untuk menyebarkan ajaran serta nilai-nilai Islam, pemuka agama Islam menggunakan wayang Sadat sebagai medianya. Kemudian, seorang misionaris Katholik bernama Bruder Timotheus L. Wignyosubroto pada tahun 1960 juga menyebarkan ajaran Katholik melalui media wayang yang disebut wayang Wahyu. Kisah yang diceritakan di wayang Wahyu bersumber dari Alkitab. Seperti kita ketahui, di balik kisah-kisah pewayangan yang menarik terdapat nilai-nilai filosofi yang mengajarkan masyarakat akan kebaikan-kebaikan. Untuk itu, kita harus berkontribusi melestarikan budaya wayang karena ini merupakan tanggung jawab bersama. Pembahasan Struktur Contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah dengan tema fenomena budaya wayang di atas tersusun atas 3 struktur bagian, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas urutan sebab akibat, dan interpretasi. Pernyataan umum pada contoh teks di atas dapat ditemukan di paragraf pertama dan kedua. Di bagian ini, penulis menjelaskan gambaran umum tentang wayang serta penetapan wayang sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Bagian kedua pada contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah di atas adalah struktur deretan penjelasan yakni paragraf tiga sampai sembilan. Di bagian ini, penulis menjelaskan proses awal mula diketahuinya pertunjukan wayang melalui penemuan prasasti. Kemudian dijelaskan pula perkembangan pertunjukan wayang di beberapa masa yang dijadikan sebagai media untuk menyebarkan ajaran-ajaran agama. Bagian ketiga yaitu interpretasi yang berisi kesimpulan dan pandangan penulis tentang budaya wayang itu sendiri. 2. Contoh Teks Eksplanasi Tari Kecak Berikut ini adalah contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah dengan tema fenomena budaya tari kecak. Tari kecak merupakan seni tari tradisional yang beraal dari Pulau Bali. Tarian ini dibawakan oleh puluhan penari laki-laki atau lebih dengan cara duduk melingkar sambil menyerukan “cak cak cak” dengan irama tertentu serta mengangkat kedua lengan. Tari kecak ditampilkan oleh puluhan penari pria yang bertelanjang dada dan mengenakan kain bermotif kotak-kotak khas Bali dari pinggang sampai ke lutut. Tari Kecak pertama kali diciptakan oleh Wayan Limbak, seorang penari asal Bali dan Walter Spies, seorang pelukis asal Jerman. Kedua tokoh tersebut menciptakan Tarian Kecak pada tahun 1930-an. Tarian tradisional Bali ini diciptakan berdasarkan ritual Sanghyang serta beberapa bagian dari cerita Ramayana. Sehingga Tari Kecak juga dikenal dengan nama Rangrang Sanghyang. Ritual Sanghyang sendiri adalah pertunjukan tarian di mana penarinya dalam keadaan tidak sadar atau kesurupan. Pada kondisi ini, mereka berkomunikasi dengan ruh para leluhur kemudian menyampaikan harapan-harapannya. Pertunjukan Tari Kecak membawakan cerita yang diambil dari kisah Ramayana. Seruan “cak cak cak” yang dilantunkan oleh penari-penari pria sambil mengangkat kedua tangan adalah gambaran salah satu peristiwa dalam kisah Ramayana. Yaitu peristiwa di mana barisan kera memberikan bantuan kepada Rama untuk melawan Rahwana. Di pertunjukan Tari Kecak, penonton disuguhi nuansa sakral sekaligus mistis melalui pernak-pernik seperti bunga kamboja, gemerincing gelang, topeng, hingga bara api. Tari Kecak diciptakan sebagai seni yang mengandung ritual dan bernilai spiritual. Keindahan gerakan yang berpadu dengan seruan berirama oleh para penarinya membuat pertunjukan ini menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya Bali. Pembahasan Struktur Contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah dengan tema budaya Tari Kecak di atas tersusun atas 3 struktur, yaitu pernyataan umum, deretan penjelasan, dan interpretasi. Bagian pernyataan umum ditunjukkan pada paragraf pertama. Di bagian ini, penulis memberikan gambaran umum tentang Tari Kecak serta bagaimana tarian tersebut dibawakan. Bagian kedua pada contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah di atas yaitu deretan penjelasan yang ditunjukkan oleh paragraf dua sampai enam. Penulis menjelaskan proses dibawakannya Tari Kecak secara lebih khusus. Selain itu, dijelaskan pula awal mula tari tradisional Kecak diciptakan dan bagaimana proses penciptaannya. Sedangkan bagian interpretasi ditunjukkan di paragraf terakhir. Di bagian ini, penulis menarik kesimpulan dari penjelasan Tari Kecak. Penulis juga memberikan pandangannya tentang budaya tersebut. 3. Contoh Teks Eksplanasi Lagu Daerah Berikut ini adalah contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah dengan tema fenomena lagu Jali-Jali. Lagu Jali-Jali atau Si Jali-Jali merupakan lagu tradisional asal Jakarta yang populer di kalangan masyarakat Betawi. Sejumlah sumber menyatakan, lagu Jali-Jali pertama kali lahir sekitar abad ke-19 di kalangan Cina peranakan. Mulanya, lagu Jali-Jali terkenal di kalangan komunitas warga Tionghoa yang tinggal di Jakarta. Lagu Jali-Jali sering dibawakan sebagai lagu utama pada penyelenggaraan pertunjukan musik khas Betawi yaitu gambang kromong. Sebagaimana lagu khas Betawi yang lain, Jali-Jali memiliki lirik yang mengandung rangkaian pantun. Pantun yang menjadi ciri khas Betawi tersebut kemudian dipadukan dengan musik bernada riang. Lagu Jali-Jali sendiri adalah lagu yang diputar untuk menjadi pelipur lara atau menghibur hati yang sedih. Jali-Jali semakin dikenal luas sejak dipopulerkan oleh M. Sagi sekitar tahun 1942. Ia membawakan lagu ini dengan iringan permainan biola. Pada dekade 1940-an, Jali-Jali dibawakan secara berpasangan oleh pria dan wanita yang saling bersahut-sahutan. Kemudian pada tahun 1987, Jali-Jali mengalami beberapa penggubahan aransemen dengan menambahkan musik khas Betawi. Unsur musik tradisional pada gubahan aransemen Jali-Jali antara lain melibatkan tanjidor, gambang kromong, samrah, gamelan ajeng, dan diiringi kelompok paduan suara. Lagu Jali-Jali dengan nada-nada riang sangat mewakili ciri khas Betawi yang ceria dan gembira. Lirik-lirik pantun bernuansa komedi juga menjadi daya tarik istimewa. Sehingga lagu ini dapat memberikan kegembiraan tersendiri bagi pendengarnya. Pembahasan Struktur Contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah di atas memiliki 3 struktur penyusun, yakni pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Pernyataan umum menjelaskan tentang gambaran umum lagu Jali-Jali yang ditunjukkan pada paragraf pertama. Deretan penjelasan berisi proses dikenalnya lagu Jali-Jali hingga semakin populer. Di bagian interpretasi, penulis menarik kesimpulan serta memberikan tanggapannya terkait lagu Jali-Jali. Menulis jenis karangan satu ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Meski demikian, mungkin kamu akan menemui beberapa kesulitan terutama jika baru mencoba menulisnya untuk pertama kali. Tenang saja, Mamikos punya beberapa tips untuk memudahkan kamu. a. Pelajari dan Pahami PUEBI Semua jenis karangan tentu perlu menerapkan penulisan yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Maka dari itu, hal pertama yang perlu kamu kuasai adalah dasar-dasar penulisan sesuai PUEBI. Faktanya, tidak jarang seseorang membuat tulisan mengabaikan kaidah PUEBI yang tepat. Misalnya ejaan, kata baku dan tidak baku, hingga penggunaan tanda baca. Maka, tips menulis contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah haruslah memahami PUEBI. b. Perbanyak Referensi Informasi Maksud utama pembuatan jenis tulisan ini adalah menjelaskan suatu fenomena berdasarkan proses terjadinya secara ilmiah. Untuk memberikan fakta-fakta sebab akibat secara komprehensif, tentu kamu membutuhkan berbagai referensi terkait tema. Maka dari itu, pastikan banyak-banyak membaca informasi-informasi yang berkaitan dengan tema tulisan. Kamu dapat memperoleh banyak referensi dari buku, jurnal, ataupun internet. Pastikan mengambil referensi yang valid dan terpercaya. c. Sering Latihan Menulis Tips membuat contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah berikutnya yaitu memperbanyak latihan menulis. Kemampuan tulis-menulis adalah skill yang bisa diasah dengan cara melatihnya. Seseorang bisa jadi pandai menjelaskan sesuatu secara lisan. Namun untuk menjelaskan fenomena melalui tulisan membutuhkan kemampuan tulis-menulis secara mumpuni. Untuk menghasilkan tulisan yang baik. sering-seringlah latihan menulis. d. Minta Bimbingan Guru Tips membuat contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah juga bisa dengan meminta bimbingan atau arahan dari guru, khususnya guru Bahasa Indonesia. Sebagai pengajar, guru lebih berpengalaman membuat tulisan. Guru juga memahami kaidah-kaidah kebahasaan hingga elemen-elemen yang harus ada di dalam teks eksplanasi. Oleh sebab itu, tidak perlu ragu meminta bantuan guru untuk mengoreksi tulisan kamu agar hasilnya lebih baik. Fenomena budaya adalah hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dengan mempelajari contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah di atas, Mamikos yakin kamu dapat membuat teks eksplanasi yang jauh lebih baik. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
WAYANGWayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari Indonesia. Wayang merupakan warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di Timur, wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan penggunaan bahan wayang. Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, misalnya kulit kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain wayang suket dan wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, serta diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri atas tuding dan wong bahasa Jawa yang berarti orang’ adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut kali pertama dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen. Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Jenis wayang ini disebut suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai fgur wayang kulit yang terbuat dari rumput bahasa Jawa suket. Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastic berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat pada pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana KB, pemilihan umum, dan terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan. Analisis Struktur teks berjudul Wayang sebagai berikut. Struktur Isi Analisis Pernyataan umum atau klasifikasi Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Pernyataan umum atau umum Deskripsi Bagian Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit. Cerita yang biasanya digunakan adalah Ramayana dan Mahabharata. Wayang purwa terdiri atas beberapa gaya atau gagrak seperti, gagrak Kasunanan, Mangkunegaraan; Ngayogyakarta, Banyumasan, Jawatimuran, Kedu, Cirebon, dan sebagainya. Selain wayang purwa jenis wayang kulit yang lain yaitu wayang madya wayang gedog wayang dupara, wayang wahyu, wayang suluh, wayang kancil, wayang calonarang, wayang krucil; wayang ajen; wayang sasak, wayang sadat, wayang parwa wayang arja, wayang gambuh, wayang cupak dan wayang beber yang saat ini masih berkembang di Pacitan. Deskripsi tentang salah satu jenis wayang Deskripsi Bagian Wayang wong bahasa Jawa yang berarti orang’ adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur. Deskripsi tentang salah satu jenis wayang Deskripsi Bagian Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Wayang ini disebut juga sebagai wayang thengul. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut pertama kali dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen. Deskripsi tentang salah satu jenis wayang Deskripsi Bagian Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Disebut wayang suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput bahasa Jawa suket. Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa. Deskripsi tentang salah satu jenis wayang Deskripsi Bagian Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Akan tetapi, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna warni penuh. Wayang motekar ditemukan dan dikembangkan oleh Herry Dim setelah melewati eksperimen lebih dari delapan tahun 1993 – 2001. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater moderen, dan layar khusus. Deskripsi tentang salah satu jenis wayang Deskripsi Manfaat Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan ajaran-ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat dari pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana KB, pemilihan umum, dan sebagainya. Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan. Manfaat Wayang Berikut ini analisis kebahasaan dari teks laporan hasil observasi berjudul Wayang. Kata, Frasa Verba dan Nomina Jenis kata dan kelompok kata frasa yang dominan digunakan dalam sebuah teks laporan hasil observasi adalah verba kata kerja dan nomina kata benda. Kata berbentuk morfem atau morf bebas, yaitu satuan bahasa terkecil dapat memiliki arti maupun tidak yang bersifat bebas. Frasa merupakan unsur yang lebih luas, yaitu kelompok kata nonpredikatif, hanya menduduki satu fungsi dalam sebuah kalimat. Perhatikan contoh identifikasi kata benda dan frasa benda dalam teks berjudul Wayang Paragraf Kata Frasa 1 Wayang seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari Indonesia sebuah warisan mahakarya dunia yang… UNESCO lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB. Verba Paragraf Kata Frasa 1 adalah sudah membagi menetapkan disesuaikan Berdasarkan analisis kata dan frasa dapat dinyatakan bahwa pada paragraf pertama teks di atas banyak digunakan frasa nomina. Sementara itu, frasa verba pada paragraf pertama teks di atas hanya ada satu, sedangkan yang lainnya berupa kata. Dengan demikian, nomina yang berfungsi sebagai subjek atau objek pada paragraf pertama teks di atas banyak menggunakan frasa, sedangkan predikat banyak menggunakan kata. Afiksasi Sebuah kata dalam teks dapat berupa kata dasar atau kata turunan. Kata turunan terbentuk melalui afiksasi, yaitu proses pengimbuhan. Suatu kata yang melalui afiksasi bisa saja berubah jenis. Sebagai contoh, suatu jenis verba suatu ketika muncul sebagai nomina dengan hanya menambah atau mengubah imbuhan. Suatu kata dasar dapat berubah menjadi verba jika diberi imbuhan meN-, beR-, di-, bahkan terkadang ter- atau ke-an. Sementara itu, kata dasar yang sama dapat berubah menjadi nomina jika diberi imbuhan peN-, peR-, -an, atau terkadang ke-an. Berikut adalah contoh afiksasi No Kata Jenis Imbuhan Kata Dasar 1 disebut verba di- sebut 2 menakutkan verba meN – kan takut 3 kemampuan nomina ke – an mampu 4 getaran nomina - an getar 5 menyusui verba meN – i susu 6 berasal verba Ber – i asal 7 mengisap verba meN - isap 8 menggigit verba meN - gigit 9 gigitan nomina -an gigit 10 penelitian nomina peN – an teliti Kalimat definisi dan Kalimat Deskripsi Kalimat definisi adalah kalimat yang menggunakan verba definitif. Kalimat Deskripsi adalah kalimat yang menggunakan verba deskriptif. Contoh Kalimat definisi dalam teks laporan hasil observasi berjudul Wayang. Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran wong bahasa Jawa yang berarti orang’ adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput bahasa Jawa suket. Contoh Kalimat deskripsi dalam teks laporan hasil observasi berjudul Wayang. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri dari tuding dan purwa terdiri atas beberapa gaya atau gagrak seperti, gagrak Kasunanan, Mangkunegaraan; Ngayogyakarta, Banyumasan, Jawatimuran, Kedu, Cirebon, dan topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan wayang golek Sunda yang terbuat dari kayu ada juga wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Kalimat Simpleks dan Kompleks Kalimat dalam sebuah teks dapat dibentuk hanya oleh satu klausa, yaitu bagian kalimat yang mengandung subjek dan predikat predikatif. Kalimat yang hanya memiliki satu klausa disebut sebagai kalimat simpleks atau biasa disebut pula sebagai kalimat tunggal. Berikut adalah contoh kalimat simpleks dengan bermacam pola Kalimat kompleks atau kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua atau lebih klausa. Kalimat kompleks dibagi menjadi dua macam, yaitu kalimat kompleks atau majemuk setara dan kalimat kompleks atau majemuk bertingkat. Kalimat majemuk setara memiliki dua atau klausa ganda yang setara dalam suatu kalimat, sedangkan kalimat majemuk bertingkat memiliki klausa ganda yang tidak sama atau berada di bawah fungsi utama suatu kalimat. Fungsi-fungsi utama dalam dalam kalimat majemuk setara membentuk induk kalimat atau klausa atasan. Fungsi-fungsi yang membentuk tingkat, yaitu yang mengikuti konjungsi subordinatif disebut klausa bawahan atau anak kalimat. Kalimat majemuk setara biasanya ditandai dengan penggunaan konjungsi koordinatif setara, sedangkan kalimat majemuk bertingkat biasanya ditandai dengan penggunaan konjungsi subordinatif bertingkat.NB. Dikutip dari berbagai sumber dan reverensi terpercaya.
- Di bawah ini adalah contoh teks eksplanasi yang dapat dijadikan referensi ketika hendak membuat teks eksplanasi sendiri. Pembahasan tentang teks eksplanasi biasanya sudah dipelajari ketika berada di kelas 8 SMP. Teks eksplanasi adalah jenis tulisan yang di dalamnya berisi runtutan proses tentang mengapa dan bagaimana sebuah fenomena alam maupun sosial budaya dapat terjadi. Tujuan ditulisnya teks eksplanasi adalah untuk membuat pembaca memahami sebuah proses dan alasan terjadinya sesuatu. Baca Juga Pada Percobaan Melempar Sebuah Dadu Bersisi 6 Sebanyak 102 Kali, Hitung Frekuensi Harapannya Dengan Cepat Dalam membuat teks eksplanasi harus terdiri dari 3 struktur utama yaitu identifikasi fenomena, rangkaian kejadian dan interpretasi. Contoh teks eksplanasi budaya mengenai wayang kulit yang sesuai dengan strukturnya adalah sebagai berikut Identifikasi Fenomena Wayang adalah kesenian terkenal yang terkenal di Jawa dan Bali. Keberadaan wayang kulit perlu dilestarikan oleh semua generasi. Bagi orang-orang Jawa biasanya pertunjukan wayang kulit dilakukan pada acara-acara penting seperti pernikahan. Editor Jati Kuncoro Sumber Ruang Guru Tags Terkini
teks eksplanasi wayang kulit