Beliaumenjawab, "Aku rindu kepada saudara-saudaraku." Mereka berkata, "Bukankah kami adalah saudara-saudaramu ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudaraku, maka mereka adalah kaum yang datang sesudahku, mereka beriman kepadaku dan tidak melihatku."
Adapunkhobar "Jika salah satu dari kalian mncintai saudaranya maka kabarkanlah kepadnya" maka diarahkan kepada selain malarindu. Betapa eloknya perkataan sebagian penyair: KAFA ALMUHIBBIINA ADZAABUHUM*TALLOHI LAA ADZDZABATHUM BA'DAHAA SAQOR
OrangYang Sudah Wafat Tahu Apa yang Dilakukan Saudara dan Keluarganya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menceritakan tentang dialog antar arwah, salah satu dialognya adalah menceritakan kabar Si Fulan di dunia: إِنَّ فُلَانًا قَدْ فَارَقَ الدُّنْيَا Si Fulan telah meninggal dunia (HR. Al Bazar no. 9760.
Maksudnya "Doa seseorang muslim untuk saudaranya secara berjauhan (tanpa pengetahuannya) adalah mustajab. Di kepalanya (yang berdoa) terdapat malaikat yang diwakilkan kepadanya, setiap kali dia berdoa kepada saudaranya dengan kebaikan maka malaikat yang diwakilkan itu akan berkata: Amin dan bagi engkau seperti itu juga (sama seperti apa yang didoakan itu)".
DariAbu Hamzah -Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu - pembantu Rasulullah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman (dengan keimanan yang sempurna) sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Al Bukhari dan Muslim) Beritahu yang lain
DALAMsatu percakapan, saudara-saudara Nabi Yusuf, semoga Allah selalu melimpahkan keselamatan atasnya, berkata kepada sebagian lainnya. إِذْ قَالُواْ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ. ". Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan yang kuat ( wa nahnu
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin. SQ. At-Taubah: 128
Haditsini mengisyaratkan dengan jelas bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, adalah seorang rasul dan hambaNya, manusia yang juga akan mengalami kematian sebagaimana lainnya. Ada awal perjumpaan, ada pula perpisahan. Allah Ta'ala berfirman: قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ
Kami juga saudaramu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain. Rasulullah menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian Nabi bersabda: "Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka.
fAyZZ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Kita tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga tidak pernah berjumpa dengan kita, sebagai orang yang beriman kepada Rasulullah kita sangat rindu untuk berjumpa dengan beliau dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga rindu berjumpa dengan ummatnya yang datang belakangan. Sebagaimana kedatangan Dr. Zakir Naik ke Makassar membuat kita rindu untuk berjumpa bertemu langsung dengannya, lalu bagaimanakah kerinduan kita untuk berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Salah seorang salaf pernah ditanya”Coba sebutkan kepadaku kenikmatan surga yang paling tinggi“, beliau kemudian menyebutkan”Didalam surga ada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam”. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah menyatakan rindunya untuk berjumpa dengan ummatnya, beliau menyatakan tersebut didepan sahabatnya, pernah suatu ketika beliau mengantar salah satu jenassah sahabat, setelah di kubur beliau mengatakan mintalah prtolongan kepada Allah dari azab kubur, mintalah prtolongan kepada Allah dari azab kubur, mintalah prtolongan kepada Allah dari azab kubur. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam kemudian mengatakan“Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan ikhwanku saudara-saudaraku. Sahabat Abu Bakar Radhiyallahu anhu berkata“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?” Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku, Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.” HR. Muslim Dan bahkan orang yang datang belakangan yang tidak berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mendapatkan pahala yang berlipat ganda disisi Allah Subhanahu wata’ala sebanyak 50 kali lipat karena mereka beriman kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam padahal mereka belum pernah berjumpa dengan beliau, adapun para sahabat keutuamaannya merupakan pilihan Allah Subhanahu wata’ala. Sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu”Barangsiapa yang ingin mengambil contoh dan teladan dalam hidupnya hendaknya ia menjadikan orang yang meninggal dari kalangan orang – orang sholeh sebagai contoh baginya, karena orang yang masih hidup tidak aman baginya dari fitnah, mereka adalah sahabat – sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang paling dalam ilmunya, yang paling suci hatinya, yang paling sedikit takallufnya memberat –beratkan diri serta membuat – buat perkara yang baru dalam agama yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah, mereka dipilih oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk menemani Nabinya maka ketahuilah keutamaan mereka”. Akan tetapi ummatnya yang datang belakangan pun mendapatkan keutamaan khusus, para sahabat melihat bagaimana Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam kemudian melihat mujizatnya Nabi Shallallahu alaihi wasallam adapun kita sebagai ummatnya yang datang belakangan membenarkan apa yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam yaitu Al-Qur’an yang merupakan mujizat yang kekal yang dijaga oleh Allah Subhanahu wata’ala sampai hari kiamat. Para sahabat Rasulullah kemudian berfikir jika Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ingin berjumpa dengan ummatnya bagaimana ia mengenalinya, akhirnya sahabat bertanya”Bagaimana anda mengenali mereka nanti dihari kiamat ya Rasulullah.?”, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ “Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?” Para sahabat menjawab “Tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya“. Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ “Sejatinya ummatku pada hari kiamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia“. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya kepada mereka dikatakan “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. QS. Ali Imran 106. Siapakah yang diputihkan wajahnya oleh Allah Subhanahu wata’ala mereka itulah para pengikut Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang setia. Ini merupakan kabar gembira bagi yang menjaga sholatnya dengan baik, yang menjaga thaharahnya dmana kunci sholat itu adalah bersuci begitupun dengn bekas sujud dalam sholat, kelak akan bercahaya sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengenali ummatnya pada hari kiamat dimana seluruh manusia dikumpulkan. Wallahu A’lam Bish Showaab Oleh Ustadz Harman Tajang, Lc., Hafidzahullahu Ta’ala Direktur Markaz Imam Malik Sabtu, 11 Rajab 1438 H Fanspage Harman Tajang Kunjungi Media MIM Fans page Website Youtube Telegram Instagram ID LINE
Jakarta - Ketika kita menjalin sebuah persaudaraan tentu ada hak-hak yang perlu dipelihara agar persaudaraan menjadi rukun. Untuk mewujudkannya, memiliki akhlak yang mulia jadi salah satu bersabda,"Hal yang paling banyak memasukkan ke surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak baik." HR. At-Tirmidzi dan Al Hakim dari hadits Abu Hurairah. Hadits persaudaraan sesama mukmin juga disabdakan oleh Rasulullah, "Orang mukmin itu akrab dan bersatu. Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak bersatu dan tidak akrab." HR. Ahmad, Ath-Thabarani dan Al Hakim.Dikutip dalam buku 'Ensiklopedi Hak dan Kewajiban dalam Islam' oleh Syaikh Sa'ad Yusuf Mahmud Abu Aziz, hadits tentang persaudaraan sesama orang muslim juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya di sekitar 'Arasy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang mengenakan pakaian dari cahaya dan wajah mereka bercahaya. Mereka bukan para nabi dan syuhada. Mereka didengki oleh para nabi dan syuhada." Para sahabat bertanya, "Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling berkumpul karena Allah dan saling mengunjungi karena Allah." HR. An-Nasai di dalam As-Sunan Al-Kubra.Islam memberikan petunjuk kepada umatnya untuk menjaga persaudaraan. Buku '40 Hadits Sahih Pedoman Membangun Toleransi' oleh Kotimatul Husna, menjelaskan tentang hadits persaudaraan yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Yusuf, dari Malik, dari Ibnu Syihab dari Anas Ibnu Malik, Rasulullah Saw bersabda "Janganlah kalian saling membenci, mendengki, membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allaj yang bersaudara. Ingat haram bagi seseorang muslim tak bicara kepada saudaranya lebih dari tiga hari." HR. Al-Bukhari.Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hujurat ayat 10إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَArtinya Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah perbaikilah hubungan antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. lus/erd
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِKita tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga tidak pernah berjumpa dengan kita, sebagai orang yang beriman kepada Rasulullah kita sangat rindu untuk berjumpa dengan beliau dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga rindu berjumpa dengan ummatnya yang datang kedatangan Dr. Zakir Naik ke Makassar membuat kita rindu untuk berjumpa bertemu langsung dengannya, lalu bagaimanakah kerinduan kita untuk berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi seorang salaf pernah ditanya”Coba sebutkan kepadaku kenikmatan surga yang paling tinggi“, beliau kemudian menyebutkan”Didalam surga ada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam”.Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah menyatakan rindunya untuk berjumpa dengan ummatnya, beliau menyatakan tersebut didepan sahabatnya, pernah suatu ketika beliau mengantar salah satu jenassah sahabat, setelah di kubur beliau mengatakan mintalah prtolongan kepada Allah dari azab kubur, mintalah prtolongan kepada Allah dari azab kubur, mintalah prtolongan kepada Allah dari azab Shallallahu alaihi wasallam kemudian mengatakan“Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan ikhwanku saudara-saudaraku. Sahabat Abu Bakar Radhiyallahu anhu berkata“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?”Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku, Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.” HR. MuslimDan bahkan orang yang datang belakangan yang tidak berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mendapatkan pahala yang berlipat ganda disisi Allah Subhanahu wata’ala sebanyak 50 kali lipat karena mereka beriman kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam padahal mereka belum pernah berjumpa dengan beliau, adapun para sahabat keutuamaannya merupakan pilihan Allah Subhanahu wata’ perkataan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu”Barangsiapa yang ingin mengambil contoh dan teladan dalam hidupnya hendaknya ia menjadikan orang yang meninggal dari kalangan orang – orang sholeh sebagai contoh baginya, karena orang yang masih hidup tidak aman baginya dari fitnah, mereka adalah sahabat – sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang paling dalam ilmunya, yang paling suci hatinya, yang paling sedikit takallufnya memberat –beratkan diri serta membuat – buat perkara yang baru dalam agama yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah, mereka dipilih oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk menemani Nabinya maka ketahuilah keutamaan mereka”.Akan tetapi ummatnya yang datang belakangan pun mendapatkan keutamaan khusus, para sahabat melihat bagaimana Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam kemudian melihat mujizatnya Nabi Shallallahu alaihi wasallam adapun kita sebagai ummatnya yang datang belakangan membenarkan apa yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam yaitu Al-Qur’an yang merupakan mujizat yang kekal yang dijaga oleh Allah Subhanahu wata’ala sampai hari sahabat Rasulullah kemudian berfikir jika Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ingin berjumpa dengan ummatnya bagaimana ia mengenalinya, akhirnya sahabat bertanya”Bagaimana anda mengenali mereka nanti dihari kiamat ya Rasulullah.?”, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabdaأَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ“Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?”Para sahabat menjawab “Tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya“. Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabdaفَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ“Sejatinya ummatku pada hari kiamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia“.Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’anيَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَPada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya kepada mereka dikatakan “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. QS. Ali Imran 106.Siapakah yang diputihkan wajahnya oleh Allah Subhanahu wata’ala mereka itulah para pengikut Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang merupakan kabar gembira bagi yang menjaga sholatnya dengan baik, yang menjaga thaharahnya dmana kunci sholat itu adalah bersuci begitupun dengn bekas sujud dalam sholat, kelak akan bercahaya sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengenali ummatnya pada hari kiamat dimana seluruh manusia dikumpulkan.
hadits rasulullah merindukan saudaranya